Pengertian Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme Secara Lengkap

Pengertian Nasionalisme

Pengertian Nasionalisme

 

Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme disebut sebagai satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah sebuah Negara dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Nasionalisme diartikan sebagai ajaran untuk mencintai bangsa dan negara, kesadaran bangsa untuk mengabadikan identitas, integritas, dan kekuatan bangsa berupa semangat kebangsaan (Kirbiantoro, 2006)
Nasionalisme memiliki makna ikatan orang atau individu terhadap suatu negara yang diberi hak kepada negara untuk mengatur dan melindungi Nationya.

Nationalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri atau politik untuk membela pemerintahan sendiri.

Membina Rasa Nasionalisme

Dalam Ekspresi Kenegaraan Republik Indonesia

Strategi pembinaan persatuan bangsa Indonesia dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dilaksanakan dengan beberapa program, antara lain sebagai berikut:

a. Mempersatukan Potensi Perbedaan Bangsa Indonesia

Agar Indonesia terhindar dari perpecahan, maka seluruh potensi bagsa harus diberdayakan dengan kegiatan-kegiatan antara lain:

Menyelenggarakan dialog nasional secara terus-menerus yang dihadiri oleh tokoh-tokoh daerah, masyarakat Agama serta Budaya.
Menejemen konflik sosial, secara damai, demokratis, manusiawi, adil dan religius.
Menyelenggarkan pekan budaya nasional dengan menampilkan kebudayaan daerah yang ada diseluruh nusantara.
Menggalakan amal bakti dan peduli sosial kemanusiaan
Melaksanakan pembangunan nasional tidak secara terpusat
Menyelenggarakan program komunikasi antar daerah
Memasyarakatkan penghayatan dan pengamalan makna simbol-simbol identitas nasional. Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi

b. Menghormati bendera kebangsaan

Sebagai bangsa Indonesia kiranya kita patut bangga, karena telah memiliki bendera kebangsaan. Banyak pelajaran yang dapat dipetik oleh bangsa Indonesia untuk mengembangkan rasa persatuan bangsa ini. Sang Merah Putih, mengajarkan kepada bangsa Indonesia agar keberanian kita kembangkan selama ini selalu berlandaskan pada kesucian.

 

c. Menghormati dan Menghayati Isi dan Makna Lagu Kebangsaan

Dari syair lagu Indonesia Raya bangsa Indonesia dapat mengambil kesimpulan antara lain:

1. Bait Pertama, Mengajarkan bahwa kita kita memiliki tanah air Indonesia
2. Bait Kedua, Mengajarkan pengakuan kita terhadap bangsa dan tanah air Indonesia yaitu untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan
3. Bait Ketiga, Mengajarkan tentang kewajiban kita semua untuk membangun negara. Untuk kesejahteraan bangsa
4. Bait Keempat, Mengajarkan bahwa kemerdekaan itu mahal harganya, oleh karena itu kita harus mencintai terhadap tanah air Indonesia
d. Menghormati Makna Lambang Negara Republik Indonesia

Sebagai lambang Negara, Garuda Pancasila memiliki struktur yang lansung menggambarkan simbol-simbol ke-Indonesiaanya antara lain:

Jumlah sayap 17, ekor 8 dan bulu leher 45, melambangkan Proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17-8-1945
Menoleh ke kanan, Melambangkan kebaikan (tujuan baik)
Kaki mencengkeram seloka “Bineka Tunggal Ika” melambangkan teguhnya bangsa kita dalam menggalang persatuan dan kesatuan dalam perbedaan
Perisai Pancasila yang dikalungkan pada leher lambang negara, melambangkan hidup dan matinya garuda pancasila tergantung (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tergantung pada pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

3. Mengembangkan Poerilaku Nasionalistis

Wujud perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan tersebut Negara Republik Indonesaia antara lain:

Membina keserasian, keselarasan dan keseimbangan.
Saling mengasihi, saling membina dan dan saling memberi
Tidak menonjolkan perbedaan, malainkan mencari kesamaan
Meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan hidup
Bekerjasama sesama warga, lingkungan dan pemerintah
Menjauhi pertentangan dan perkelahian
Menggalang persatuan dan kesatuan melalui berbagai kegiatan

4. Nasionalisme dalam prespektif Indonesia

Bangsa dan kesadaran berbagsa diyakini merupakan representasi atau perwakilan dari negara masa lalu yang terikat dari upaya-upaya realisasi. Bangsa dalam makna ini adalah suatu entitas, (kesatuan-kesatuan) primordial yang merupakan bawaan yang melekat dalam nature dan sejarah manusia. Secara obyektif suatu bangsa dapat diidentifikasikan lewat perbedaanya dengan bangsa lain dalam hal cara pandang, keterkatan dengan tanah air, dan perjuangan-perjuangan untuk untuk mendapatkan otonomi politik.

Didalam konsep nasionalisme dan negara, melekat semua nilai-nilai kemanusiaan tertinggi yang ingin dicapai oleh setiap peradaban manusia. Tetapi seperti terungkap pada tingkat praktis dalam masyarakat politik Indonesia nasionalisme bisa dengan mudah melahirkan penolakan atau sinisme dikalangan masyarkat.

Nasionalisme sering mengalami hambatan dihadapan masyarakat dan pemerintahannya sendiri. Dalam kaitanya ini Cornelis Lay (1997) sempat mengidntifikasikan yang antara lain disebabkan oleh beberapa hal antara lain:

Pertama, berkaitan dengan pemahamanya yang mendalam sebagai suatu Ideologi, Ia bahkan dipahami sebatas sebagai salah satu dari aliran politik yang pernah malang melintang di rimba raya politik.

Kedua, berkaitan dengan praksis nasionalisme yang mengikuti logika nasionalisme internal, Jenis nasionalisme ini memberikan penekanan pada superioritas dan keabsahan negara atas warganya dan mengabaikan subtansi dari nasionalisme sebagai suatu “fakta perjanjian” antara warga negara dengan negara.

Ketiga, bertalian dengan kenyataan bahwa nasionalisme kadang digunakan sebagai sarana untuk mengabsahkan atau membela sesuatu yang bertentangan dengan logika.

Berdasarkan hambatan-hambatan diatas maka persoalan pokok nasionalisme di Indonesia pada dewasa ini bagaimana rakyat bisa diberdayakan. Hal ini sesuai dengan cita-cita reformasi total terutama dalam rangka pemberdayaan Civil Society (Masyarakat sipil)

Sumber Materi : https://www.murid.co.id/materi-bakteri/