Ada Apa dengan Xiaomi?

Ada Apa dengan Xiaomi?

Setelah bertahun-tahun tumbuh mengesankan, permintaan smartphone di

pasar global, menunjukkan tren penurunan.

Catatan
IDC menunjukkan, sepanjang 2018 penjualan smartphone hanya mencapai
1,4 miliar unit atau turun 4,1 persen dibanding tahun lalu. Menurut IDC,
ini adalah penjualan terburuk yang pernah dicapai industri smartphone
di seluruh dunia.

Meski pasar melesu, beberapa brand justru lebih berotot di tahun tersebut. Seperti Xiaomi, Huawei, Vivo, dan Oppo.

Barisan
smartphone asal China memang terus menggempur pasar. Beragam produk
diluncurkan dengan fitur dan teknologi terdepan, namun dengan harga yang
lebih terjangkau.

Alhasil, persaingan antar vendor smartphone meningkat secara dramatis

pada 2018. Mobilisasi sumber daya dan strategi pemasaran yang mumpuni, membuat vendor China kini menguasai pasar smartphone global.

Khusus Xiaomi, 2018 bisa disebut sebagai salah
satu tahun terbaik. Total pengapalan Xiaomi mencapai 118,7 juta unit.
Naik sebesar 29,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejauh
ini China masih merupakan pasar terbesar. Tak kurang dari 60 persen dari
total penjualan Xiaomi dikontribusi dari pasar dalam negeri. Meski
demikian, ekspansi Xiaomi di berbagai negara lain juga menunjukkan
peningkatan yang signifikan.

Di Eropa Barat misalnya, sesuai data Canalys, pengapalan smartphone

Xiaomi tumbuh 415,2 year-on-year. Vendor yang berbasis di Shenzen itu telah menempati posisi ke empat dalam hal pengapalan smartphone pada tahun lalu.

Selain Eropa, perusahaan menargetkan dapat menjadi pemain kunci di Afrika dan Amerika Latin.

Baca Juga :