Sejarah Masuknya Agama Islam ke Indonesia

Awal mula agama Islam masuk ke Indonesia baru dimulai sekitar abad ke-11 oleh pedagang-pedagang dari Gujarat, India meskipun ada salah satu sumber yang mengatakan bahwa sebelumnya Muslim pernah singgah di Nusantara sebelumnya. Penyebaran Islam pada akhir abad ke-16 berhasil melampaui jumlah penganut agama Hindu dan Budha sebagai agama yang dominan di pulau Jawa dan Sumatera. Masyarakat Bali mayoritasnya tetap menganut agama Hindu, dan mereka yang ada di kepulauan area timur tetap menganut animisme hingga abad ke-17 dan 18 disaat Kristen mulai masuk ke areah tersebut.

Agama Islam

Sejarah Awal Masuknya Islam ke Indonesia
Bukti sejarah tentang sejarah agama Islam masuk ke Indonesia amat
terbatas dan tidak memberi pengetahuan baru tentang kejadian awalnya.
Perdebatan antara ahli terus terjadi tentang perpindahan keyakinan
masyarakat Indonesia. Bukti nyata tentang proses perpindahan keyakinan
pada masa-masa awal hanyalah beberapa makam dan cerita-cerita tentang
pengembara, dan bahkan bukti ini hanya bisa menjadi acuan bahwa ada
beberapa orang Muslim yang ada di tempat dan waktu tertentu. Hal ini
juga terkait dengan pemerintahan kolonial Indonesia waktu itu yang lebih
menyukai penelusuran informasi-informasi tentang perkembangan Hindu dan
Budha dalam proses ekskavasi. Bahkan oleh pemerintahan masa republik,
biaya yang ada selalu lebih difokuskan untuk pembangunan masjid baru
dibandingkan penelusuran masjid-masjid tua yang ada di Indonesia.

Sebelum agama Islam membentuk komunitas mereka sendiri, pedagang
Muslim sebetulnya sudah beberapa kali muncul di Indonesia dalam rentang
waktu beberapa abad. Ricklefs mengidentifikasi bahwa ada dua proses yang
overlap mengenai proses Islamisasi di Indonesia. Yang pertama adalah
Indonesia terekspos Islam yang dibawa oleh pedagang dan akhirnya
memutuskan untuk pindah keyakinan, atau Muslim-Muslim Asia yang lainnya
seperti dari India, Tiongkok, atau Arab, bermukim di Indonesia dan
menyatu dengan komunitas lokal di tempat tersebut.

Teori lain yang banyak dipercaya adalah bahwa Islam sudah ada di Asia
Tenggara sejak awal-awal era Islam. Dari era khalifah Islam ke-3
sekitar tahun 644 hingga 656, beberapa utusan Muslim sudah muncul di
Tiongkok dan kemungkinan singgah di Indonesia, memulai penyebaran agama
Islam masuk ke Indonesia lewat laut. Melalui kontak inilah utusan-utusan
Arab ini muncul di Sumatera, melakukan kegiatan dagang di Sriwijaya.
Munculnya Indonesia di antara para saudagar Arab baru dimulai saat masa
kekhalifan Abassid dimana Indonesia terkenal akan pasar
rempah-rempahnya.

Masuknya Muslim-Muslim asing di Indonesia tidak menandakan
perpindahan agama masyarakat lokal ataupuh pendirian sebuah daerah
Islam. Bukti awal penyebaran Islam yang paling bisa dipercaya muncul
dari ukiran-ukiran pada batu nisan, dan batu nisan awal yang bisa
dilacak berasal dari tahun 1082 dan merupakan makam dari orang Muslim
asing. Muslim Indonesia yang pertama muncul dari Sumatera Utara saat
Marco Polo kembali dari Tiongkok di tahun 1292 yang melaporkan
setidaknya ada satu kota Muslim. Bukti fisik pertama yang berupa makam
merujuk pada tahun 1297, makam dari Sultan Malik al Saleh yang saat itu
merupakan pemimpin Samudera Pasai yang pertama kali beragama Islam dan
makam-makam lain yang menandakan kepemimpinan Muslim. Keberadaan sekolah
Shafi’i baru tertulis sekitar tahun 1346 oleh Ibnu Battutah yang
merupakan seorang pengembara dari Maroko.

Penyebaran Islam di Daerah
Agama Islam masuk ke Indonesia dinilai sebagai penetrasi sosial yang penuh damai, dan sejak abad ke-14 hingga akhir abad ke-19 dinyatakan tidak ada kegiatan misionaris Muslim yang terorganisir. Hal ini kemudian dipatahkan oleh Ali Mughayat Syah yang memulai kampanye militer untuk menundukkan daerah utara Sumatera hanya untuk kemudian mengetahui bahwa di Sunda dan kerajaan Majapahit di Jawa Timur telah jatuh di tangan Muslim Jawa. Kerajaan Pajajaran juga akhirnya jatuh pada abad ke-16. Penyebaran Islam secara terorganisir juga semakin jelas dengan adanya Wali Songo yang dipercaya sebagai penyebar Islam di masa tersebut.

Bukti nyata tentang penyebaran Islam di Sumatera Utara muncul dari
dua makam yang berasal dari abad ke-14 di Minye Tujoh. Kedua makam
tersebut memiliki ukiran Islamis yang tertulis dalam huruf India dan
Arab. Zheng He juga mencatat bahwa pada tahun 1414, Sumatera Utara sudah
menjadi Kesultanan Islam, dan ketika ia berkunjung ke Kesultanan
Malaka, pemimpinnya yang bernama Iskandar Shah merupakan seorang Muslim
yang taat.

Di pulau Jawa, ditemukan beberapa makam Muslim dari tahun 1369 yang
tertulis dalam tulisan Jawa Kuno, menunjukkan bahwa yang dikuburkan di
tempat tersebut adalah orang Jawa, dan bukan orang Asing yang beragama
Islam. Tidak ada yang tahu pasti kapan orang-orang di pantai utara Jawa
mengadopsi Islam sebagai agama. Ma Huan, seorang Islam Tiongkok
mengunjungi pantai Jawa pada tahun 1416 dan melaporkan bahwa ada tiga
tipe masyarakat Jawa: Muslim di area barat, Tiongkok (yang beberapa
merupakan Muslim), dan orang Jawa kuno. Sebuah makam Muslim yang
ditemukan pada tahun 1419 adalah milik Maulana Malik Ibrahim yang
setelah diteliti bukan merupakan orang Jawa. Meski begitu, Malik Ibrahim
dipercaya merupakan salah satu dari sembilan Wali Songo.

Suma Oriental yang ditulis oleh Pires melaporkan bahwa pada waktu
itu, daerah Jawa Barat yang menggunakan Sunda sebagai bahasanya tidak
menganut Islam, malah sangat membencinya. Baru pada abad ke-16, Muslim
mulai menduduki area-area tersebut. Mengingat pantai utara Jawa
merupakan sebuah area Islam, perang terus terjadi antara mereka.

Sejarah agama Islam masuk ke Indonesia merupakan salah satu bagian terpenting dalam sejarah perkembangan Indonesia. Hal ini disebabkan karena beberapa perjuangan-perjuangan melawan penjajahan Belanda nantinya, beberapa berdasarkan alasan agama. Begitu juga dalam pembuatan Pancasila bertahun-tahun berikutnya dimana diusulkan agama Islam menjadi agama utama Indonesia.

Baca Juga :